Rugi Besar, Levi’s Tutup Toko di Cina Akibat Penyebaran Virus Corona


Rugi Besar, Levi’s Tutup Toko di Cina Akibat Penyebaran Virus Corona (Photo: www.upi.com)

Dilansir melalui USAToday (01/02/2020), World Health Organization (WHO) sudah menetapkan Virus Corona sebagai darurat kesehatan global karena virus tersebut telah menewaskan lebih dari 24 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang. Sontak para perusahaan dan pelaku bisnis mancanegara yang menjalin kerjasama di Cina mengkhawatirkan wabah ini akan memberikan dampak buruk bagi kelangsungan bisnis.

Di tengah kekhawatiran tersebut, perusahaan denim asal Amerika Serikat, Levi Strauss & Co, yang mendapatkan tiga persen dari total seluruh pendapatannya dari negeri Cina itu dikabarkan terkena dampak besar akibat wabah ini.

Hal ini terjadi hanya selang beberapa bulan setelah Levi’s membuka toko terbesarnya di Cina setinggi 3 lantai dan luas 7500 kaki pada Oktober 2019 lalu di kota Wuhan yang menjadi kota asal ditemukannya Virus Corona.

“Levi Strauss & Co menutup setengah dari semua tokonya yang berada di Cina dan diperkirakan mengalami kerugian besar karena hal tersebut”, ujar Chief Financial Officer, Harmit Singh. Selain itu, Levi’s juga sudah melarang semua karyawannya untuk datang dan keluar dari Cina.

“Kejadian ini akan menghambat pertumbuhan finansial kami dalam waktu dekat,” tambah Singh.  Bagaimana tidak, wabah ini terjadi tepat di tahun baru Imlek atau holiday shopping season yang biasanya menjadi momentum pergerakan roda perekonomian.

Send a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *